Naskah ini merupakan naskah yang dibawakan dalam acara Pentas Produksi Teater Tiyang Alit ITS 2016 kemarin. Silahkan dibaca.

Naskah Kampung Garong

/
0 Comments
tiyang alit surabaya

Naskah ini merupakan naskah yang dibawakan dalam acara Pentas Produksi Teater Tiyang Alit ITS 2016 kemarin. Silahkan dibaca.


KAMPUNG GARONG
Genesis Aldorino Pangemanan 

Lampu Menyala, Terlihat Setting Sebuah Balai Desa Di Pagi Hari. Kepala Desa Kemudian Masuk Sambil Membawa Secangkir Kopi, Sebelumnya Terdengar Suara Pertikaian Suami Istri.

Kepala Desa
(Berdebat dan mencoba kabur dari marahnya Istri) Iya-iya! Nanti aku ganti pisang-pisangnya! Tenang aja! Pasti aku ganti! Suer! Sumpah! Aku kan gatau kalau itu pisang buat digoreng nanti pas arisan. Biasanya juga gakpapa. Iya-iya aku ganti, aku ganti! Ini mau beli. Iya-iya!
Apes bener deh. Siapa yang tahu kalau itu buat arisan, biasanya kalau ada pisang kan selalu buat si Jacob. Harusnya di tulisin di pisangnya, “jangan dimakan, mau digoreng buat arisan nanti,” gitu. Kan kasihan si Jacob ga dikasih makan, kelaparan dia nanti, kalau dia kelaparan nanti ga bersemangat buat kerja, nanti penghasilan kurang, nanti kalau penghasilan berarti uang belanja juga kurang, nanti kalau uang belanja kurang bini marah-marah, nanti kalau bini marah-marah jatah kopi dikurangin, mending kalau jatah kopi aja yang dikurangin, kalau pisang buat si Jacob juga dikurangin nanti Jacob tambah lemes ga bersemangat, tambah kurang lagi penghasilan, haduuuh.
Tapi ya aneh juga sih tadi, si jacob itu udah disodorin pisang, ga mau dimakan. Biasanya kalau dia lagi kaya gitu pinginnya dimanja, dibukain kulit pisangnya terus disuapin. Tapi tadi udah aku bukain banyak pisangnya, udah aku suapin juga, tetep aja si Jacob ini ogah-ogah an makannya. Perasaan dia belum makan dari kemaren deh, kok tumben-tumbennya. Terakhir kali dia begini, pas galau gara-gara ditinggal kawin lari sama Jacquline, monyet desa sebelah, tiga hari tiga malam ga mau makan. Tapi kayaknya sekarang dia ga lagi galau, tampangnya hepi-hepi aja, tapi kok gak mau makan ya.
Demi Dewa Garong! Ada apa denganmu sih sebenarnya Jacob, kok kamu bikin aku bingung? Kita sudah 25 tahun bersama, baru kali ini kamu bikin aku sebingung ini. Perkara ga mau makan doang, aku takut kamu kenapa-kenapa Jacob.

Enrique masuk. Dia terlihat santai.

Enrique
Selamat pagi pak Kades! Gimana kabarnya?


Kepala Desa
Baik. Tumben jam segini sudah di luar rumah, biasanya baru bangun nanti sore. Lagi gak ada kerjaan emang?

Enrique
(nyengir) Yah, kebetulan istri lagi manja-manja minta ditemenin tadi malem, terus tadi juga minta dianterin senam, ya ga bisa tidur lagi saya pak, jadi mending ke sini deh. Sendiri pak Kades Mana si Jacob? Gak diajak jalan-jalan pagi nih?

Kepala Desa
Lagi galau dia, ga mau diajak jalan pagi ini. Yasudah saya ke sini saja.

Enrique
Sayang sekali, padahal tadi ramai tuh senam di gang depan. Ada si Euis pula, aduhai, saya sampai diam kayak batu tadi pas ngeliat Euis senam. Eh pak Kepala Desa saya minta boleh ya kopinya. (langsung minum kopi pak Kepala Desa)

Francois masuk sambil berlari-lari kecil. Dengan mengenakan pakaian olah raga.

Francois
Selamat pagi pak Kades! Waduh pagi-pagi gini udah ngelamun nih, udah tua jangan suka ngelamun pak, tambah tua ntar.

Kepala Desa
Oh kamu Fran, dari mana kamu, kok pakai baju senam begini?

Francois
Olahraga dong pak Kepala Desa, biar sehat badan saya.

Enrique
Gak sekalian sehat jiwa? Paling juga kamu habis dari senam gang depan ngeliatin si Euis kan?

Francois
Tau aja lo En. Gile En, tadi si Euis itu pake baju senam warna pink, celananya pendek se paha, rambut dikuncir kebelakang. Mantap bener, apalagi waktu senam tadi dia keringatan, aduh mantap betul deh!

Kepala Desa
Sadar, inget istri di rumah.

Francois
Yah gimana pak, insting lelaki gituloh. Kan ada pepatah mengatakan, mata boleh kemana-mana, asal hati tetap pada istri tercinta.

Enrique
Betul pak. Lagian bapak juga sering kan, duduk di warung nya bu Ani, sambil ngeliatin si Euis pas senam?

Kepala Desa
Oh kalau itu sih, saya cuman nemenin si Jacob aja.

Francois
Alasan aja pak Kades ini. Oh, dimana nih si Jacob? Tumben gak nempel sama pak
Kades, biasanya pak Kepala Desa sama si Jacob nempel terus kaya perangko, kalah pengantin baru juga.

Kepala Desa
Yah, begitulah. Tumben-tumbenan dia diem aja di rumah, tadi pas saya mau kasih makan, dia malah ga mau. Lagi gak mood si Jacob kayaknya.

Francois
Gak mood apa gak mood pak Kepala Desa?

Enrique
Udah kaya lagi puber aja segala gak mood pak. (tertawa bersama Francois)

Sudah pada baca koran tadi pagi? Raja Curut dinobatkan sebagai pahlawan nasional negeri tikus! Gila!

Francois
(merinding) Ditusuk pakai pulpen? Errrr... Serem bener.

Enrique
Dan hebatnya lagi, itu selirnya raja Bembi sekarang jadi pahlawan nasional nya negeri Gajah.

Kepala Desa
Tapi katanya bukan selirnya yang membunuh raja Bembi. Gosip yang beredar negara bintang lah yang membunuh raja Bembi, karena raja Bembi sudah lemah syahwat dan tidak ditakuti lagi oleh rakyat negeri Gajah, cuman agar tidak terkesan ikut campur urusan negeri orang, digunakanlah selir untuk membunuh raja Bembi.

Enrique
Iya, saya juga pernah denger yang seperti itu, memang ada sedikit petunjuk yang mengatakan itu ulahnya negeri Bintang, cuman ya hanya Dewa Garong saja yang tahu kebenarannya.

Francois
Pulpen aja ceritanya ribet banget, segala pakai teori konspirasi. Mending nge garap bank aja, cepet, jelas, hasilnya langsung bisa dipakai.

Enrique
Berapa sih hasil garapan bank mu selama ini? Berani taruhan, hasilnya gak sebesar nge garap museum.

Francois
Cukuplah buat membiayai kehidupan sehari-hari seorang Francois Kawaya. Nih ya, ada biaya transport, biaya sekolah anak, biaya belanja istri, biaya keliling dunia tujuh kali, biaya beli dan ngerawat tujuh mobil sport, biaya ngawinin sepupu selama tujuh hari tujuh malam, biaya ngasih makan tujuh panti asuhan. Sama kemarin juga aku biayain keluarga istriku tujuh orang buat kampanye legislatif.

Enrique
Tapi, garapanmu itu tidak semulus dan seindah garapanku. Nge garap museum itu butuh keindahan tersendiri. Garapanku itu semuanya adalah seni, kawan.
Francois
Jangan bercanda, En. Mana bisa seperti itu, dimana-mana itu sistem keamanan bank jauh lebih tinggi dan canggih daripada museum. Jadi yang lebih sulit itu jelas  garap bank, dan semakin sulit garapannya jelas lebih nyeni dong. Coba, mana yang lebih keren pak Kades?

Kepala Desa
Hah? Garapan yang paling keren?

Enrique
Iya pak Kades, garapan mana yang paling keren?

Kepala Desa
Garapan yang paling keren itu. Hmmm... Oh iya saya tahu, waktu itu saya dan Jacob garap sebuah rumah mewah. Rumah itu milik seorang mafia, penuh penjagaan ketat. Hampir semua penjaganya membawa senjata. Salah satu garapan yang paling berbahaya, salah-salah saya dan Jacob bisa mati.

Francois
Aduh pak, kenapa bapak jadi cerita pengalaman sendiri? Kita kan minta pendapat mana yang paling keren.

Kepala Desa
(memarahi Francois) Diam dulu! Saya lagi cerita!
Nah, waktu itu yang saya incar cuman selembar kertas bermaterai saja. Gak terlalu penting dan menarik sebenarnya, tapi waktu itu saya dan Jacob tertarik karena menantang adrenalin. Biasa, masih muda, masih cari-cari bahaya. Jadi waktu itu kami sudah berhasil masuk ke dalam dan tinggal mencari di mana letak kertas itu. Seingat saya, tempat penyimpanannya itu cukup unik. Kertas itu diletakan di dalam sebuah brankas, dan brankas itu diletakan di dapur di lemari bawah tempat cuci piring. Pintar juga ini mafia menyimpan sesuatu. Sangat jarang orang akan mencari hal seperti itu di dapur, tapi untungnya ada Jacob yang jago dalam mencari sesuatu.
Ketika itu, ketika saya berusaha sedang berusaha membuka brankas itu, saya tidak sengaja mengaktifkan alarm. Semua lampu tiba-tiba menyala dan suara derap kaki dan ribut-ribut menuju ke tempat saya semakin lama semakin keras dan semakin dekat. Saya sudah pasrah, mungkin ini akhir karir saya dan Jacob sebagai seorang garong. Tapi ketika saya lihat sekeliling, Jacob telah hilang, dia melarikan diri! Saya hanya bisa berdoa pada Dewa Garong, apa yang terjadi terjadilah, saya pasrah.
Tiba-tiba datang keajaiban! Suara derap kaki dan ribut-ribut yang tadi sudah sangat dekat tiba-tiba seperti berbalik arah dan pergi ke arah lain. Saya secepatnya kabur dari tempat itu. Dan beruntung tidak banyak kesulitan kabur dari sana. Ketika keluar dari sana, saya pikir saya telah gagal dalam garapan saya, dan yang lebih parah saya kehilangan Jacob, partner terbaik saya selama ini. Tapi, tiba-tiba muncul Jacob dari kegelapan malam, dan langsung hinggap di bahu saya. Betapa bahagia nya saya. Ketika Jacob muncul dengan membawa kertas bermaterai itu, saya lebih bahagia melihat Jacob daripada kertas itu. Sejak saat itu saya selalu bersemangat kalau melakukan garapan bersama Jacob.

Enrique
Demi Dewa Garong yang baik hatinya. Jacob masih sempat membawa kertas bermaterai itu pak?

Kepala Desa
Ya, dan yang saya baru sadari ketika sampai dirumah adalah bahwa Jacob lah yang mengalihkan para penjaga dan menyelamatkan nyawa saya.

http://adf.ly/1bRvA9




Baca yang lain

Tidak ada komentar: